
Ketersediaan tiket pesawat sudah kian menipis. Dilansir dari beberapa situs online travel agent (OTA) pada Selasa (25/3/2025) sore, tiket penerbangan langsung dari Jakarta ke wilayah lain sudah tidak tersedia beberapa hari sebelum Idulfitri.
Tiket penerbangan langsung dari Jakarta ke Padang sudah ludes mulai hari ini hingga H-1 Lebaran 2025. Diprediksi, Lebaran tahun ini akan jatuh bertepatan pada tanggal 31 Maret 2025.
Terpantau, tiket masih tersedia untuk penerbangan tidak langsung, yakni dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dan berlanjut ke Padang.
Tiket untuk skema tersebut masih berlaku dengan harga hampir tembus Rp 5 juta, tepatnya berkisar Rp 4,4-4,9 juta dengan maskapai Air Asia.
Sedangkan di hari H Lebaran yakni 31 Maret 2025 tersedia penerbangan langsung rute ini namun dengan harga berkali-kali lipat lebih tinggi, yakni Rp 5 juta menggunakan Garuda Indonesia kelas bisnis.
Sementara tiket pesawat untuk penerbangan Jakarta-Surabaya untuk hari ini dan besok sudah ludes. Sedangkan untuk lusa, Kamis (27/3/2025) masih tersedia untuk penerbangan langsung rute ini dengan harga termurah Rp 5,2 juta menggunakan Batik Air kelas bisnis.
Jika ingin memilih Garuda Indonesia kelas bisnis masih tersedia dengan banderol Rp 6,3 juta.
Penumpang Melonjak Efek Diskon Harga Tiket Pesawat?
Terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, ada peningkatan jumlah penumpang angkutan udara domestik selama periode arus mudik Lebaran 2025.
Peningkatan ini diklaim sejalan dengan kebijakan penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 13-14%. Sebagai informasi, diskon ini berlaku selama 15 hari, yakni untuk penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025, dengan periode pembelian tiket mulai 1 Maret hingga 7 April 2025.
Berdasarkan laporan harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025, pergerakan penumpang angkutan udara domestik pada 24 Maret 2025 atau H-7 mencapai 200.401 penumpang, meningkat 7,7% dibandingkan tahun 2024. Secara kumulatif, total penumpang domestik dari 21 Maret hingga 24 Maret 2025 atau H-10 hingga H-7 mencapai 722.439 penumpang, meningkat 9,3% dibandingkan tahun lalu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Budi Rahardjo mengatakan, kebijakan penurunan harga tiket ini bertujuan untuk meringankan biaya perjalanan bagi masyarakat yang ingin mudik, serta mendorong peningkatan mobilitas selama masa Lebaran. Melalui penurunan harga tiket ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih terjangkau, nyaman, dan aman selama periode mudik Lebaran 2025.
“Kami melihat adanya antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kebijakan ini. Penurunan harga tiket telah membantu meningkatkan aksesibilitas penerbangan bagi pemudik, yang berdampak pada kenaikan jumlah penumpang angkutan udara secara signifikan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3/2025).
Selain itu, beberapa bandara utama mencatat lonjakan jumlah penumpang domestik tertinggi. Bandara Soekarno-Hatta (CGK) mencatat 56.060 penumpang per 24 Maret 2025, meningkat 7% dibanding tahun lalu. Rute penerbangan domestik dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Jakarta-Medan (CGK-KNO) dengan jumlah penumpang sebesar 5.487 penumpang dengan load factor 98,60%.
Kemenhub terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan otoritas bandara untuk memastikan kelancaran arus mudik serta menjaga ketepatan waktu penerbangan. Sejauh ini, tingkat ketepatan waktu penerbangan domestik mencapai 82,47%, sedangkan penerbangan internasional mencapai 86,81%.
Selain angkutan udara, berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Lebaran 2025 secara keseluruhan angkutan umum pada H-7 naik 0,84% dari periode yang sama pada tahun 2024 atau sebanyak 857.583 orang. Adapun rinciannya angkutan jalan sebesar 125.545 orang atau turun 1,33%, perkeretaapian 307.383 penumpang atau naik 22,62%, penyeberangan sebanyak 177.122 penumpang atau naik 22,62%, dan angkutan laut 16.906 penumpang atau turun 74, 91%.
Secara kumulatif, jumlah keberangkatan angkutan umum dari H-10 hingga H-7 mencapai angka 3.622.313 orang, atau naik 35,65% dibanding dengan periode tahun sebelumnya. Angka tersebut didominasi oleh penumpang kereta api, yaitu sebanyak 1.281.590 orang, atau naik sebesar 96,35%.